Minggu, 03 Juni 2012

Di Catatan Kaki Sejarah

Oleh : Muhammad Ilham
Dosen IAIN Imam Bonjol Padang

Setiap 10 November, tanggal “keramat” di mana setiap tahun, bertambahlah jumlah pahlawan bangsa. Tahun ini, Indonesia secara resmi memiliki tujuh pahlawan baru. Mereka adalah almarhun Mr Syafruddin Prawiranegara, almarhum DR KH Idam Chalid, almarhum Prof Dr H Abdul Malik Karim Amrullah yang lebih dikenal Buya Hamka. Beberapa tahun lalu, “sampai juga Muhammad Natsir jadi pahlawan”, kata teman saya suatu waktu. Dia tampak letih- untuk mengatakan geram- mengapa “manusia besar” seumpama Natsir belum juga menjadi pahlawan Indonesia.

Sayembara Seni Lukis

   "Imajialetika Mr. Sjafruddin"

Sayembara seni lukis yang mengusung tema “Imajialetika Mr. Sjafrudin” diharapkan mampu menghadirkan sosok Sjafrudin Prawiranegara dalam perspektif yang berbeda. Perlombaan ini diproyeksikan bagi pelajar SMA sederajat se Propinsi Banten. Hasilnya nanti akan kami rangkum dalam pameran lukisan yang akan dilaksanakan pada acara puncak “ Tribute to Sjafrudin Prawiranegara".

Sayembara Esai (Karya Tulis Ilmiah)


   "Sisi Lain Sjafruddin; Sang Pemikir Bebas"

Sjafrudin Prawiranegara umumnya dikenang karena menjadi pemegang mandat pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada era Soekarno dan beberapa jabatan publik lainnya. Padahal, ketokohan sjafrudin setali tiga uang dengan spirit pemikirannya yang telah beliau abadikan dalam triologinya. Hal ini yang menjadi landasan kami untuk membuat sayembara karya tulis ilmiah yang bertema “Sisi lain Sjafrudin Sang Pemikir Bebas” dengan harapan pemikiran-pemikiran beliau yang terkubur sejarah dapat digali kembali serta turut mewarnai khazanah intelektual bangsa ini